Thursday, 26 May 2016

Juni Ke-tigabelas 2001

Ini sepucuk surat singkat untuk kamu
Yang sedang bersemangat meniup sepuluh lilin
Yang mulai enggan dipeluk cium beralasan malu
Yang tak lagi senang berlarian, lebih sering berdiam membayangkan banyak ingin

Harapan kamu ingin cepat menjadi remaja
Lekas meninggalkan masa kecil yang menurut kamu kadaluarsa
Melihat cerminan di televisi yang tampak keren bahagia
Mengubah tawa lepasmu menjadi kerut pikir serius berbaur dengan dunia
Wah pasti menyenangkan mulai memiliki kebebasan, khayalmu penuh tanya

Tak sampai disitu mimpimu semakin menggebu
Kamu ingin lekas tumbuh dewasa
Terbius indah gemerlap cita-cita
Kamu tidak sabar ingin menambah sepuluh lilin lagi di atas kue tartmu
Kamu yakin semua angan akan terwujud
Sesingkat kedipan
Semudah satu tiupan

Disini aku tulis untaian kalimat sederhana untuk kamu
Nikmati saja masa pertumbuhanmu
Jangan diburu-buru
Usah tergesa-gesa
Aku saja mau duduk di posisi kamu di depan angka sepuluh
Tanpa beban, tak risau dijadikan tumpuan
Yang kamu perlu lakukan sebatas pergi sekolah, belajar, dan bermain
Lalu meniup lilin setiap tahun
Diiringi tepukan dan ucapan kasih sayang
Beda dengan aku yang selalu nyanyikan kerinduan dalam diam
Aku sudah meniup duapuluh empat lilin
Tapi kesenangan yang kamu idamkan itu belum aku temukan

Aku harap kamu senang membaca suratku
Anggap saja ini hadiah untukmu
Jangan memaksa waktu untuk terbang
Karena ketika ia berpacu cepat kamu tidak dapat membuatnya melambat
Jangan menyiakan kesempatan kalau tidak ingin seperti aku penuh penyesalan
Menjadi dewasa bukan sebatas berapa banyak tiupan lilin yang kamu hembuskan
Menjalaninya tidak semenggairahkan menunggu hitungan
Tetapi menua bukan hal yang bisa dihindarkan
Menjadi dewasa itu pilihan dan aku....
Aku memilih menulis untuk mengingatkan


No comments:

Post a Comment