Seperempat abad berdebat
Memberikanmu medali perak
Masa-masa berlalu sekelebat
Menggiringmu sejuta tanya penuh isak
Tiga windu satu tahun
Berlari sekejap mata
Doa-doa berkerumun
Kamu tanya alasan mengapa
Dua puluh lima lilin meleleh halus
Tertampung di atas gula-gula
Satu persatu waktu hangus
Kamu tanya cara bagaimana
Kini semua terasa datar
Ucap selamat tak hadirkan bahagia
Perhatian terbungkus sekedar
Kamu tanya tulus itu apa
Orang-orang membuatmu menerima
Memberi belum mampu tanganmu lakukan
Jangan biarkan hidupmu sia-sia
Kamu tanya bisa balas kapan
Menggapai angan terasa jauh
Mewujudkan nyata haruskah merana
Kurangkah memeras peluh
Kamu tanya kini langkah dimana
Larang padam cita-cita
Lama kita telah berkawan
Kamu tanya aku siapa
Aku selalu menulis mengingatkan
Wednesday, 29 June 2016
Sembunyi
Tersenyum dalam tenang
Tertawa dalam diam
Menangis hanya berlinang
Gelisah hanya muram
Jangan lihat
Merasa tak harus menyaksikan
Jangan dekat
Memeluk tak harus bersentuhan
Tanpa pasti
Tanpa tanda milik
Sudah menikmati
Bahagia setitik
Tak perlu tanya
Biar ia mencari
Tak perlu jawab
Biar ia sembunyi
Tertawa dalam diam
Menangis hanya berlinang
Gelisah hanya muram
Jangan lihat
Merasa tak harus menyaksikan
Jangan dekat
Memeluk tak harus bersentuhan
Tanpa pasti
Tanpa tanda milik
Sudah menikmati
Bahagia setitik
Tak perlu tanya
Biar ia mencari
Tak perlu jawab
Biar ia sembunyi
Tuesday, 28 June 2016
Pesawat Kertas
Ini abnormal
Degup itu bervolume maksimal
Tanpa perihal
Bisikan jantung menyanyi nakal
Ketika hadir senantiasa
Buat suasana terbiasa
Menyambung nyala asa
Memberi hampa desir rasa
Tensi memanas
Meragukan waras
Cerita angan menderas
Gambar dalam secarik kertas
Lipat jadi pesawat dalam lelap
Terbang lewati atap
Menutupi silau kilap
Lalu biarkan hilang menguap
Degup itu bervolume maksimal
Tanpa perihal
Bisikan jantung menyanyi nakal
Ketika hadir senantiasa
Buat suasana terbiasa
Menyambung nyala asa
Memberi hampa desir rasa
Tensi memanas
Meragukan waras
Cerita angan menderas
Gambar dalam secarik kertas
Lipat jadi pesawat dalam lelap
Terbang lewati atap
Menutupi silau kilap
Lalu biarkan hilang menguap
Saturday, 25 June 2016
Imbang
Irama kecurigaan mengalun
Imaji keresahan melamun
Aku bukan daun
Yang harus turut anginmu mengayun
Nada kesedihan melantun
Percaya sukar dipupuk dalam tahun
Aku butuh dukungan dalam tuntun
Bukan terkekang dalam bait pantun
Denting waktu memang egois
Tak adil membagi, ia sadis
Tapi jangan tuduh aku berubah drastis
Aku tidak berjanji lagu ini selalu manis
Aku punya mimpi, kamu bercita-cita
Aku ingin bertumbuh bersama
Sebentar saja ragu itu kamu hela
Mari belajar dewasa dalam kita
Sering aku diketuk bimbang
Tak jarang kamu hakimi sembarang
Menuntut, dituntut itu datang
Mengerti, dimengerti sepatutnya imbang
Imaji keresahan melamun
Aku bukan daun
Yang harus turut anginmu mengayun
Nada kesedihan melantun
Percaya sukar dipupuk dalam tahun
Aku butuh dukungan dalam tuntun
Bukan terkekang dalam bait pantun
Denting waktu memang egois
Tak adil membagi, ia sadis
Tapi jangan tuduh aku berubah drastis
Aku tidak berjanji lagu ini selalu manis
Aku punya mimpi, kamu bercita-cita
Aku ingin bertumbuh bersama
Sebentar saja ragu itu kamu hela
Mari belajar dewasa dalam kita
Sering aku diketuk bimbang
Tak jarang kamu hakimi sembarang
Menuntut, dituntut itu datang
Mengerti, dimengerti sepatutnya imbang
Tuesday, 21 June 2016
Selingan
Kamu itu penebar kegembiraaan,
Canda konyolmu bahan olokan.
Kamu itu penular senyuman,
Walau berpikir keras melantun hiburan.
Kamu itu tumpuan,
Tidak masalah sekilo dua kilo beban.
Kamu itu pijakan,
Keset pembersih kotoran.
Kamu itu andalan,
Entah mengapa gemar dimanfaatkan.
Kamu itu tujuan,
Yang dicapai jika habis alasan.
Kamu itu kudapan,
Tidak sanggup mengenyangkan.
Kamu itu pasangan,
Dicari jika diserang kesendirian.
Kamu itu khayalan,
Dipikir saat sibuk kebosanan.
Kamu itu impian,
Hanya direncanakan tanpa diwujudkan.
Kamu itu harapan,
Ketika putus asa berjalan.
Kamu itu idaman,
Bagi kebutaan.
Kamu itu pilihan,
Opsi dua saat satu tak terjangkau tangan.
Kamu itu hanya selingan,
Menjadi utama adalah abadi angan.
Canda konyolmu bahan olokan.
Kamu itu penular senyuman,
Walau berpikir keras melantun hiburan.
Kamu itu tumpuan,
Tidak masalah sekilo dua kilo beban.
Kamu itu pijakan,
Keset pembersih kotoran.
Kamu itu andalan,
Entah mengapa gemar dimanfaatkan.
Kamu itu tujuan,
Yang dicapai jika habis alasan.
Kamu itu kudapan,
Tidak sanggup mengenyangkan.
Kamu itu pasangan,
Dicari jika diserang kesendirian.
Kamu itu khayalan,
Dipikir saat sibuk kebosanan.
Kamu itu impian,
Hanya direncanakan tanpa diwujudkan.
Kamu itu harapan,
Ketika putus asa berjalan.
Kamu itu idaman,
Bagi kebutaan.
Kamu itu pilihan,
Opsi dua saat satu tak terjangkau tangan.
Kamu itu hanya selingan,
Menjadi utama adalah abadi angan.
Sunday, 12 June 2016
Juni Ke-tigabelas 2011
Duapuluh menyeka peluh
Kamu mulai sering mengeluh
Senang-senang perlahan luluh
Ekspektasi tak sesuai lalu luruh
Kamu temu beberapa bohong
Kamu sadar dikelilingi tipu
Waktu kecil kamu kosong
Sekarang kamu penuh tahu
Kamu rasa sejumlah sakit
Terkejut mengapa kamu harus mendapat
Aku bilang itu baru sedikit
Masih banyak menanti tuk merapat
Kamu menyesal?
Tanyaku asal
Tidak jawabmu
Mimpi masih menggebu
Kamu punya asa harapan
Aku pahit miliki alasan
Kamu benci lilin-lilinmu terus dipadamkan
Ah, aku menulis untuk mengingatkan
Kamu mulai sering mengeluh
Senang-senang perlahan luluh
Ekspektasi tak sesuai lalu luruh
Kamu temu beberapa bohong
Kamu sadar dikelilingi tipu
Waktu kecil kamu kosong
Sekarang kamu penuh tahu
Kamu rasa sejumlah sakit
Terkejut mengapa kamu harus mendapat
Aku bilang itu baru sedikit
Masih banyak menanti tuk merapat
Kamu menyesal?
Tanyaku asal
Tidak jawabmu
Mimpi masih menggebu
Kamu punya asa harapan
Aku pahit miliki alasan
Kamu benci lilin-lilinmu terus dipadamkan
Ah, aku menulis untuk mengingatkan
Wednesday, 8 June 2016
Spasi
Penyair bersajak mencetak jejak
Melamun menggumam rima detak
Andai ada izin tuk suarakan pinta
Biar mereka menjadi barisan kata
Sambung menyambung dalam serasi
Ditulis tanpa pisah spasi yang mendistraksi
Melamun menggumam rima detak
Andai ada izin tuk suarakan pinta
Biar mereka menjadi barisan kata
Sambung menyambung dalam serasi
Ditulis tanpa pisah spasi yang mendistraksi
Monday, 6 June 2016
Juni Ke-tigabelas 2006
Kini, ada angka limabelas
Mengiringi remajamu meretas
Meranum menikmati sorot lampu pentas
Ingin dikagumi sebab deras pubertas
Bagaimana tiupan lilinmu?
Wajahmu cerah menari di masa indah
Cermin tak tertinggal pandangi tidak jemu
Saat-saat penuh gairah
Mulai ada magnet menarik lawan jenis
Tiba rasa-rasa aneh menggelitik
Ciri khas cinta monyet nan manis
Kebahagiaan melaju tanpa titik
Lihat dirimu kamu bertumbuh
Tambah usiamu penuh kejutan dari teman
Persahabatan terjalin hadiah pun penuh
Bersenanglah! Aku menulis mengingatkan
Mengiringi remajamu meretas
Meranum menikmati sorot lampu pentas
Ingin dikagumi sebab deras pubertas
Bagaimana tiupan lilinmu?
Wajahmu cerah menari di masa indah
Cermin tak tertinggal pandangi tidak jemu
Saat-saat penuh gairah
Mulai ada magnet menarik lawan jenis
Tiba rasa-rasa aneh menggelitik
Ciri khas cinta monyet nan manis
Kebahagiaan melaju tanpa titik
Lihat dirimu kamu bertumbuh
Tambah usiamu penuh kejutan dari teman
Persahabatan terjalin hadiah pun penuh
Bersenanglah! Aku menulis mengingatkan
Wednesday, 1 June 2016
June
The sixth page of her journal
The first summer of his arrival
When May flew after betrayal
July hides rejecting the call
Crying when flowers go blooming
Sitting all alone when days are confusing
Holiday starts, children run away playing
This semester is gonna be ending
The half of a dozen
Being cut fair enough and frozen
Some counts fast to reach the end
Others slow down don't wanna lose a friend
Lonely, lonely, lonely
Humming out of tune
Having her own self only
Oh, June
The first summer of his arrival
When May flew after betrayal
July hides rejecting the call
Crying when flowers go blooming
Sitting all alone when days are confusing
Holiday starts, children run away playing
This semester is gonna be ending
The half of a dozen
Being cut fair enough and frozen
Some counts fast to reach the end
Others slow down don't wanna lose a friend
Lonely, lonely, lonely
Humming out of tune
Having her own self only
Oh, June
Subscribe to:
Posts (Atom)