Ini sepucuk surat singkat untuk kamu
Yang sedang bersemangat meniup sepuluh lilin
Yang mulai enggan dipeluk cium beralasan malu
Yang tak lagi senang berlarian, lebih sering berdiam membayangkan banyak ingin
Harapan kamu ingin cepat menjadi remaja
Lekas meninggalkan masa kecil yang menurut kamu kadaluarsa
Melihat cerminan di televisi yang tampak keren bahagia
Mengubah tawa lepasmu menjadi kerut pikir serius berbaur dengan dunia
Wah pasti menyenangkan mulai memiliki kebebasan, khayalmu penuh tanya
Tak sampai disitu mimpimu semakin menggebu
Kamu ingin lekas tumbuh dewasa
Terbius indah gemerlap cita-cita
Kamu tidak sabar ingin menambah sepuluh lilin lagi di atas kue tartmu
Kamu yakin semua angan akan terwujud
Sesingkat kedipan
Semudah satu tiupan
Disini aku tulis untaian kalimat sederhana untuk kamu
Nikmati saja masa pertumbuhanmu
Jangan diburu-buru
Usah tergesa-gesa
Aku saja mau duduk di posisi kamu di depan angka sepuluh
Tanpa beban, tak risau dijadikan tumpuan
Yang kamu perlu lakukan sebatas pergi sekolah, belajar, dan bermain
Lalu meniup lilin setiap tahun
Diiringi tepukan dan ucapan kasih sayang
Beda dengan aku yang selalu nyanyikan kerinduan dalam diam
Aku sudah meniup duapuluh empat lilin
Tapi kesenangan yang kamu idamkan itu belum aku temukan
Aku harap kamu senang membaca suratku
Anggap saja ini hadiah untukmu
Jangan memaksa waktu untuk terbang
Karena ketika ia berpacu cepat kamu tidak dapat membuatnya melambat
Jangan menyiakan kesempatan kalau tidak ingin seperti aku penuh penyesalan
Menjadi dewasa bukan sebatas berapa banyak tiupan lilin yang kamu hembuskan
Menjalaninya tidak semenggairahkan menunggu hitungan
Tetapi menua bukan hal yang bisa dihindarkan
Menjadi dewasa itu pilihan dan aku....
Aku memilih menulis untuk mengingatkan
Thursday, 26 May 2016
Monday, 23 May 2016
Millene: The Background
Do you have those kinds of similarity?
Let's get to know us more on our site, like our page, join our community as photographers, follow our instagram, and spread hashtags #millenephotowork #millenephotoworkgallery!
Why is your life full of silent plans when you can do more even most to make them real? To Plan is To Create!
Saturday, 21 May 2016
Ide
Bukan sihir, harus pikir
Tak jamin sekejap sukses, jalani proses
Jangan cekal, pancing sesal
Tidak cukup satu kepala, butuh tukar
Berharga mahal, perlu sabar
Tetap terbakar, meski perwujudan sukar
Biar mengalir, tanpa asal perintah
Benci paksaan, terlebih dihakimi salah
Renungkan bersama, demi kreasi indah
Pemulai awal, aksi tanpa dikode
Ubah keluhan, lafalkan merdu ode
Nyata karya, pecahnya ruwet abstrak ide
Tak jamin sekejap sukses, jalani proses
Jangan cekal, pancing sesal
Tidak cukup satu kepala, butuh tukar
Berharga mahal, perlu sabar
Tetap terbakar, meski perwujudan sukar
Biar mengalir, tanpa asal perintah
Benci paksaan, terlebih dihakimi salah
Renungkan bersama, demi kreasi indah
Pemulai awal, aksi tanpa dikode
Ubah keluhan, lafalkan merdu ode
Nyata karya, pecahnya ruwet abstrak ide
Wednesday, 18 May 2016
Paham
Dia sering tanya pada malam
Apa kau tak bosan gelap dalam kelam
Jawabnya ada bintang beri salam
Hadir bulan usir seram
Dia heran pada siang
Kau tak silau pada benderang
Balasnya petang dan aku tidak curang
Berbagi adil antar gulita serta temarang
Dia bingung bisik pada hati
Adakah jelas pasti
Sambutnya pelajari silam
Karena paham butuh banyak selam
Apa kau tak bosan gelap dalam kelam
Jawabnya ada bintang beri salam
Hadir bulan usir seram
Dia heran pada siang
Kau tak silau pada benderang
Balasnya petang dan aku tidak curang
Berbagi adil antar gulita serta temarang
Dia bingung bisik pada hati
Adakah jelas pasti
Sambutnya pelajari silam
Karena paham butuh banyak selam
Tolak
Reda berbauran
Bawa kesegaran
Janji tawar kesenangan
Rencana pasang kilau-kilauan
Namun dia memilih takut
Hujan terlanjur melarut
Di atas serpih carut marut
Dia teguh, beri tepuk salut
Dia tak ingin lain
Pun enggan bermain
Meski banyak ajak
Dia jawab tolak
Hanya untuk orang itu ada sorak
Bawa kesegaran
Janji tawar kesenangan
Rencana pasang kilau-kilauan
Namun dia memilih takut
Hujan terlanjur melarut
Di atas serpih carut marut
Dia teguh, beri tepuk salut
Dia tak ingin lain
Pun enggan bermain
Meski banyak ajak
Dia jawab tolak
Hanya untuk orang itu ada sorak
Tuesday, 17 May 2016
Bosan
Hari lintas pekan
Langkah cepat tuju bulan
Lelah terasa perlahan
Hingga santai tak lagi nyaman
Degup ini melamban
Hilang dalam bosan
Langkah cepat tuju bulan
Lelah terasa perlahan
Hingga santai tak lagi nyaman
Degup ini melamban
Hilang dalam bosan
Millene Photowork Gallery
Ketika teman bertemu atas nama kesamaan
Semangat pun panas wujud harapan
Titik ini dimulai dari mimpi
Dari mereka saya kenal jalanan
Mengumpulkan pundi kenalan
Ini saat kami beraksi!
Belajar, berkembang, berproses
Berusaha, berdoa, diri terus dipoles
Tidak berhenti hingga menyentuh sukses
Terus berlanjut agar makna positif menular
Dan prestasi terus mengular
Ini saat kami berbagi!
Millene Photowork Gallery
To Plan is to Create
What do we do?
• Cooperating with Indonesian photographers in developing Street Photography and Human Interest
• Providing photos for any demands such as interior design, advertising, company profile and other creative media
• Your branding consultant by conducting some related events
Why do choose us?
• Unique genre!
• Royalty free!
• Time management!
• Varied themes!
Contact and know us more at:
• Email: millenecreativeworks@gmail.com
• Instagram:
https://www.instagram.com/millenephotowork/
• Facebook page: https://facebook.com/Millenephotoworkgallery
Please support us by following our IG and liking our page. Thank you!!
Semangat pun panas wujud harapan
Titik ini dimulai dari mimpi
Dari mereka saya kenal jalanan
Mengumpulkan pundi kenalan
Ini saat kami beraksi!
Belajar, berkembang, berproses
Berusaha, berdoa, diri terus dipoles
Tidak berhenti hingga menyentuh sukses
Terus berlanjut agar makna positif menular
Dan prestasi terus mengular
Ini saat kami berbagi!
Millene Photowork Gallery
To Plan is to Create
What do we do?
• Cooperating with Indonesian photographers in developing Street Photography and Human Interest
• Providing photos for any demands such as interior design, advertising, company profile and other creative media
• Your branding consultant by conducting some related events
Why do choose us?
• Unique genre!
• Royalty free!
• Time management!
• Varied themes!
Contact and know us more at:
• Email: millenecreativeworks@gmail.com
• Instagram:
https://www.instagram.com/millenephotowork/
• Facebook page: https://facebook.com/Millenephotoworkgallery
Please support us by following our IG and liking our page. Thank you!!
Saturday, 14 May 2016
Tulis
Miris gerimis
Kata frasa dalam lapis
Pena meringis
Suara kalimat
Menuju alamat
Tersurat tersirat
Lembar melaju
Aku rindu
Dalam tulis kamu
Kata frasa dalam lapis
Pena meringis
Suara kalimat
Menuju alamat
Tersurat tersirat
Lembar melaju
Aku rindu
Dalam tulis kamu
Friday, 13 May 2016
Rangga yang Legendaris
Ruang remang rindu terjalin
Lagu Bimbang menambah ingin
Layar ini menampilkan cermin
Karya sastra yang diputar rutin
Kenang kita kening panas dingin
Untuk sebuah tanya terlempar tidak serius
Bukan bahasa kamus
Tertutup canda halus
Kamu marah menagih balas
Tenggelam dalam opini luas
Kamu berlari, tidak ke hutan, tidak ke pantai, tidak ke bandar udara
Kita tidak terpisah jarak, atau sekat, atau dinding, hanya gengsi
Celotehan ratusan purnama
Dari para penikmat puisi
Lalu saya harus bilang "Salah gue? Salah temen-temen gue?" agar ada jelas?
Walau kita berada di satu ruang kelas
Rasa itu pun kandas
Kisah ini tertunda tanda tanya pelik
Padahal mudah mengetik titik
Saya tidak punya Trian si pebisnis
Tapi kamu milik Alice, Elis, atau Euis?
Yang kata kamu senyumnya manis
Beda dengan saya Cinta yang egois
Ah, dasar kamu Rangga yang legendaris
Bagi saya hari ini ada New York
Namun London pergi membelok
*Teruntuk Rangga-nya saya yang legendaris.
Lagu Bimbang menambah ingin
Layar ini menampilkan cermin
Karya sastra yang diputar rutin
Kenang kita kening panas dingin
Untuk sebuah tanya terlempar tidak serius
Bukan bahasa kamus
Tertutup canda halus
Kamu marah menagih balas
Tenggelam dalam opini luas
Kamu berlari, tidak ke hutan, tidak ke pantai, tidak ke bandar udara
Kita tidak terpisah jarak, atau sekat, atau dinding, hanya gengsi
Celotehan ratusan purnama
Dari para penikmat puisi
Lalu saya harus bilang "Salah gue? Salah temen-temen gue?" agar ada jelas?
Walau kita berada di satu ruang kelas
Rasa itu pun kandas
Kisah ini tertunda tanda tanya pelik
Padahal mudah mengetik titik
Saya tidak punya Trian si pebisnis
Tapi kamu milik Alice, Elis, atau Euis?
Yang kata kamu senyumnya manis
Beda dengan saya Cinta yang egois
Ah, dasar kamu Rangga yang legendaris
Bagi saya hari ini ada New York
Namun London pergi membelok
*Teruntuk Rangga-nya saya yang legendaris.
Teman
Untuk teman yang sedang ditawan,
Kamu itu super rupawan
Tapi sering ditipu oleh pelukan
Cita kamu setinggi awan
Jangan sampai jatuh jadi korban
Kepala kamu berisi ragam angan
Hanya karena palsu hilang jangan
Sudah menetes banyak keringat perjuangan
Dunia ini rawan, rasa itu lawan
Tipuan menawan putus kita sebagai kenangan
Benar kamu ingin hapus aku dalam ingatan?
Teman, pulang ke jalan sadar
Hidup tak melulu cinta-cintaan
Kasih sayang buat kamu lapar
Apa tujuan kamu di masa depan?
Apa kamu lupa sukses sebagai impian?
Rumah adalah alasan dan dukungan
Jangan, peduli dibilang iri
Jangan, khawatir dikata nyinyir
Bukan dengki pun benci
Tidak menggurui apalagi menyindir
Cuma ingin kamu kembali
Dari teman yang menulis kamu di puisi.
Sepi
Kata mereka kenapa sendiri
Bungkus saja minta diisi
Pilihan kan tidak harus bunyi
Tanya mereka mengapa lari
Cuma dia saja masih dicari
Senang abu menghias hari?
Raung sedih hanya mengawali
Bising tawa pasti kembali
Dalam sepi seorang bertemu diri
Bungkus saja minta diisi
Pilihan kan tidak harus bunyi
Tanya mereka mengapa lari
Cuma dia saja masih dicari
Senang abu menghias hari?
Raung sedih hanya mengawali
Bising tawa pasti kembali
Dalam sepi seorang bertemu diri
Selamat
Dulu bahagia walau beda
Karena sama tidak selalu tertawa
Dulu indah meski lemah
Sebab kuat terlalu jumawa
Kini temu berwujud dalam kalimat
Dan tutur saya hanya selamat
Karena sama tidak selalu tertawa
Dulu indah meski lemah
Sebab kuat terlalu jumawa
Kini temu berwujud dalam kalimat
Dan tutur saya hanya selamat
Thursday, 12 May 2016
Gelap
Hilang bintang hitam pekat
Sembunyi bulan dengan niat
Temaram malam redup lampu
Dansa lilin dalam rindu
Ah membuat sesak, bayangan kamu
Sembunyi bulan dengan niat
Temaram malam redup lampu
Dansa lilin dalam rindu
Ah membuat sesak, bayangan kamu
Jalanan
Orang berkerumun
Ada yang diam dalam lamun
Orang bergiat
Banyak tutup mata menolak lihat
Orang bertukar kata
Sebagian bingung melafal nada
Orang mengejar nyata
Sepertiga terbius fana
Ya, jalanan
Campur aduk
Emosi, ekspresi, imajinasi
Jangan lupa sebut mimpi
Jangan lupa sebut mimpi
Kadang kotor, penuh debu
Hati bocor, lawan semu
Sering peduli itu lenyap
Terbungkus senyap
Dikubur gempita gegap
Lalu?
Hari ini lensa mengajar
Membuka batin lebar
Bahwa indah fajar lebih nikmat
Jika kita kurangi langkah cepat
Sekedar melihat merasa kemudian
Dari rumit diksi jalanan
Dibalut dalam foto karya tangan
Dedicated for Street Photography and Human Interest
Supported by Millene Photowork Gallery
*Saya juga masih belajar mengenal...
Subscribe to:
Posts (Atom)


