Duapuluh menyeka peluh
Kamu mulai sering mengeluh
Senang-senang perlahan luluh
Ekspektasi tak sesuai lalu luruh
Kamu temu beberapa bohong
Kamu sadar dikelilingi tipu
Waktu kecil kamu kosong
Sekarang kamu penuh tahu
Kamu rasa sejumlah sakit
Terkejut mengapa kamu harus mendapat
Aku bilang itu baru sedikit
Masih banyak menanti tuk merapat
Kamu menyesal?
Tanyaku asal
Tidak jawabmu
Mimpi masih menggebu
Kamu punya asa harapan
Aku pahit miliki alasan
Kamu benci lilin-lilinmu terus dipadamkan
Ah, aku menulis untuk mengingatkan
No comments:
Post a Comment