Ruang remang rindu terjalin
Lagu Bimbang menambah ingin
Layar ini menampilkan cermin
Karya sastra yang diputar rutin
Kenang kita kening panas dingin
Untuk sebuah tanya terlempar tidak serius
Bukan bahasa kamus
Tertutup canda halus
Kamu marah menagih balas
Tenggelam dalam opini luas
Kamu berlari, tidak ke hutan, tidak ke pantai, tidak ke bandar udara
Kita tidak terpisah jarak, atau sekat, atau dinding, hanya gengsi
Celotehan ratusan purnama
Dari para penikmat puisi
Lalu saya harus bilang "Salah gue? Salah temen-temen gue?" agar ada jelas?
Walau kita berada di satu ruang kelas
Rasa itu pun kandas
Kisah ini tertunda tanda tanya pelik
Padahal mudah mengetik titik
Saya tidak punya Trian si pebisnis
Tapi kamu milik Alice, Elis, atau Euis?
Yang kata kamu senyumnya manis
Beda dengan saya Cinta yang egois
Ah, dasar kamu Rangga yang legendaris
Bagi saya hari ini ada New York
Namun London pergi membelok
*Teruntuk Rangga-nya saya yang legendaris.
No comments:
Post a Comment